MARRIED? Shireoooo!! – part 1 (Super Junior Kyuhyun version)

Author     : Puput

Judul        : MARRIED? Shireoooo!! – part 1

Kategori   : Romance

Rating      : PG-15

Main cast : – Song Rae Soo/Yuki as You

– Super Junior Kyuhyun as Super Junior Kyuhyun/Cho Kyuhyun

– Super Junior Sungmin as Super Junior Sungmin/Lee Sungmin

Other cast : SNSD Seohyun as Seohyun

 

Annyeong ^^

Author puput ur hands up put ur hands up put puput puput kembali dengan ff baru request.n dari uri chingu, Dian Sagitaria. Gomawo atas ide ceritanya, Dian ^^ Mian kalo jadinya kurang menarik, ga sesuai harapan, banyak kekurangannya dsb.

Hope all like it. Happy reading, jangan lupa komen and likenya. Gomawo 😀

 

 

@Incheon International Airport, South Korea

“Huwaaaaa akhirnya aku sampai juga di sini!! Hisashiburi ne! (sudah lama ya!) Bogoshippeo.”

“Anda Song Agassi kan?” tiba-tiba seorang ahjussi yang kira-kira berumur empat puluh tahunan mendekati yeoja yang baru sampai di bandara itu.

“Ne. Apakah ahjussi supir baru otousan eh appaku?” jawabnya dengan sedikit aksen Jepang.

“Ne, Agassi. Silahkan naik ke mobil.”

“Kamsahamnida.”

                *          *          *

“He-e-bii ro-o-tatiooooon (AKB 48 : Heavy Rotation). Huah segarnya!” yeoja bermarga Song itu baru keluar dari kamar mandi di kamarnya sambil mengacak rambutnya dengan handuk, “A~ miruku o nomitai (pengen minum susu).”

Ia melirik ke arah kulkas di sudut kamarnya dan mulai berjalan ke arah sana.

“Ah, ternyata belum diisi. Hmm…sepertinya aku harus ke dapur.”

Dengan langkah malas, ia pun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menuju dapur yang terletak di lantai satu.

A~ miruku miruku!” teriaknya girang saat melihat ada susu strawberry di dalam kulkas.

Glek glek glek.

“Segaaaar…”

“Eh? Kyunghee? Anakku juga kuliah di sana. Ia baru pindah dari Todai (Tokyo Daidaku/Tokyo University).” terdengar hawar-hawar percakapan dari ruang tamu.

‘Anakku? Todai? Kyunghee? Ah pasti appa sedang membicarakanku. Lagipula anak appa dan eomma kan cuma aku.’

Kucuk kucuk kucuk (mengendap-endap maksudnya)

“Oh, tingkat berapa? Jurusan apa?”

“Baru tingkat dua, jurusan desain komunikasi visual. Dia sangat pintar menggambar.”

‘Ah, appa. Aku jadi malu >.<’ yeoja itu makin menempelkan telinganya di lemari super besar yang terletak di antara ruang tamu dan dapur.

“Oh. Berarti anakmu akan jadi juniornya anakku. Hanya saja anakku jurusan kedokteran.”

“Wah daebak. Anakmu memang pintar ya dari dulu.”

“Ah jangan memuji begitu, aku jadi malu hahaha. Ngomong-ngomong anakmu namanya siapa?”

“Song Rae Soo. Tapi nama Jepangnya Yuki. Semenjak tinggal di sana, dia sudah terbiasa dipanggil Yuki. Nama anakmu siapa? Aku lupa. Maklumlah, kita sudah tidak bertemu selama empat belas tahun.”

“Cho Kyuhyun. Eh bukannya sombong ya. Tapi aku yakin, saat anakmu masuk kuliah lusa pasti salah satu nama senior yang akan didengarnya adalah Cho Kyuhyun.”

“Hah? Memangnya kenapa? Anakmu paling jenius di kampus ya?”

“Ya itu salah satunya. Pokoknya lihat saja nanti, anakmu pasti langsung cerita tentang anakku padamu.”

‘Hah? Memangnya kenapa? Aigoo aku jadi penasaran.’ Song Rae Soo alias Yuki yang menguping dari tadi mulai terhanyut dalam percakapan kedua ahjussi itu.

“Eh ngomong-ngomong, apa anakmu sudah punya namja chingu?”

“Ne? Aku rasa belum. Aku lihat dia tidak terlalu tertarik pada namja asli, ehm maksudku dia terlalu terobsesi dengan namja-namja di manga atau anime.”

“Hah?”

“Itu, komik dan kartun Jepang. Dia suka sekali menggambar kartun Jepang. Makanya dia masuk jurusan DKV.”

“Oh.”

“Wae yo?”

“Ani. Hanya saja aku juga bingung melihat putraku. Kerjaannya setiap hari hanya mengurung diri di kamaaaar terus. Aku rasa dia terlalu fokus belajar. Tapi lama-lama aku takut terjadi sesuatu dengannya.”

“Maksudmu? Kau takut tiba-tiba dia bunuh diri?”

“Ani. Putraku tidak senekad itu. dia benar-benar orang yang rasional. Jadi tidak mungkin melakukan hal emosional seperti itu. Hanya saja…aku takut dia tidak normal. Aku takut dia penyuka sesama jenis kalau lama-lama menyendiri begitu.”

“Mwo? Hahahahaha kau ini! Masih saja konyol seperti dulu hahahaha.”

“Aigoo aku serius. Apa kau tidak takut anakmu juga tidak normal karena terlalu cinta pada karakter komik?”

‘Mworago. Yang benar saja? Aigoo ahjussi yang satu ini benar-benar tega.’

“Benar juga.”

‘Eh? Appa malah ikut-ikutan mencurigaiku? Taihen da (it’s bad)’

“Bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka?”

“EH?????” Yuki dan ayahnya berteriak bersamaan. Hanya saja Yuki berteriak tanpa suara (?), hanya gerakan mulut saja.

“Otteohke? Aku serius. Aku tidak habis pikir pada putraku yang sangat tampan, terkenal, pintas, dan banyak yang suka itu, kenapa ia tidak pernah berpacaran? Ya minimal ada yeoja yang disukainya.”

“Mungkin dia tidak menceritakannya padamu.”

“Hmm aku tidak yakin. Teman-temannya bilang juga Kyuhyun memang tidak pernah cerita masalah yeoja.”

“Begitu ya.”

“Bagaimana? Mau tidak?”

“Hmm sepertinya idemu boleh juga.”

‘Eh? Appaaaaa!’

“Yuki-chan, oide (kemarilah). Keluar dari persembunyianmu. Appa tau dari tadi kau menguping pembicaraan kami.”

“Ah! Sial! Appa benar-benar tau kebiasaanku yang satu ini!”

Yuki keluar dari persembunyiannya (?)

“Mwo ya, Appa?”

“Sudah, tidak usah pura-pura.”

Pletak. Ayah Yuki memukul kepala Yuki dengan koran yang digulung-gulung.

“Aw, appo!!! Appo, appa!!!”

“Ah, pelan-pelan juga.”

“Hahahaha kau ini. Anakmu itu yeoja. Seharusnya kau memperlakukannya dengan lebih manis.”

“Sudah biasa, Ahjussi. Appa memang berambisi memiliki anak laki-laki. Jadi appa kadang-kadang memperlakukanku seperti laki-laki. Untung saja aku tumbuh menjadi gadis manis yang normal.”

“Hahahaha Yuki-chan ternyata lucu juga ya. Eh, memangnya kau belum kesampaian juga ya memiliki anak laki-laki?”

“Ani. Istriku keburu sibuk dengan pekerjaannnya sebagai designer bridal terkenal. Jadi dia tidak mau punya anak lagi.”

“Oh jadi Yuki anak tunggal ya.”

“Ne.”

“Aha! Kalau begitu kebetulan sekali! Kau kan ingin anak laki-laki. Kalau kita jodohkan anak kita, berarti otomatis kau akan segera punya anak laki-laki!”

“Ah benar! Benar sekali!” ayah Yuki terlihat sangat senang sekali, “Deal! Besok kita adakan pertemuan pertama untuk perjodohan!”

“DEAL!” tuan Cho, teman ayahnya Yuki tidak kalah bersemangat.

“Eh eh?” Yuki memandangi kedua ahjusii itu bergantian, “Shi…shi…SHIREOOOOOOOO!!!”

Dan teriakannya berhasil membangunkan eommanya yang baru saja tertidur lelap setelah lembur sampai pagi tadi malam.

 

*          *          *

 

Yuki POV

“Yuki sayaaaaaang, apa kau sudah siap?”

“Ne, Eomma. Sebentar lagi aku turun.” jawabku malas.

Hari Minggu. Hari ini adalah hari Minggu. Biasanya hari Minggu selalu jadi hari favoritku di antara semua hari. Selain karena libur, channel-channel televisi nasional juga selalu menyiarkan banyak anime. Dan sepertinya di Korea juga begitu. Tapi sayang, hari Minggu pertamaku di Korea harus diwarnai dengan tragedi tidak menyenangkan seperti ini. Bayangkan, pacaran saja aku tidak pernah. Selama sembilan belas tahun aku hidup di dunia yang sangat menyenangkan ini, sekalipun aku tidak pernah berpacaran! Bukannya aku tidak normal. Aku suka Ikuta Toma, Hideaki Takizawa, Changmin DBSK dan Jaejoong JYJ. Bahkan aku juga sempat suka pada dua senpaiku (senior) di sekolah. Tapi sekarang aku tidak memiliki seseorang yang kusukai. Mungkin karena aku terlalu dibutakan oleh paras tampan para idol dan gambaran sempurna karakter-karakter manga dan anime. Rasa-rasanya aku jadi mati rasa pada namja-namja di sekitarku. Sekalipun ada yang mendekati rasanya aku tidak tertarik. Mungkin aku terlalu banyak melihat gambaran sempurna seorang namja di drama, manga atau anime.

“Hei hunny, doushite (kenapa)? Kenapa wajahmu cemberut begitu? Kau tidak suka dengan perjodohan ini?”

“Tidak usah ditanya, Eomma.” jawabku sambil mempoutkan bibirku.

“Jangan suka memutuskan sesuatu sebelum tau sepenuhnya, sayang. Kau belum lihat fotonya kan? Kau juga belum kenalan dengannya kan? Siapa tau saat kau melihatnya kau akan suka.”

Benar juga yang dikatakan eomma. Tapi tetap saja sesuatu yang dipaksakan itu menyebalkan!

“Sudah jangan cemberut terus. Sayang kan sudah dandan cantik begitu tapi wajahnya masam.”

Dandan cantik? Memangnya aku terlihat seperti itu ya? Perasaan aku dandan seminimalis mungkin. Bahkan dress abu-abu selutut yang kupakai kali ini juga kuambil asal dari lemariku. Aku sengaja tidak ingin didandani oleh stylist handal. Aku tidak ingin terlihat terlalu cantik di depan anaknya teman appa itu. Aku ingin terlihat jelek saja di depan dia kalau bisa, agar dia tidak menyukaiku.

 

@Blue Shappire Hotel

“Annyeonghaseyo.”

“Annyeonghaseyo.”

Dengan sangat terpaksa aku ikut mengucap salam dan membungkukan badan saat memasuki ruangan yang menjadi tempat pertemuan keluargaku dan keluarga namja bernama Cho  Kyuhyun itu. Dengan langkah sangat malas, aku berjalan menuju kursi berbalut kain merah marun itu.

“Jwesonghamnida kami terlambat.”

“Gwenchana yo, Ilju-ah. Kita kan teman baik. Santai saja, tidak usah terlalu formal.”

“Aku tidak bisa seperti itu, Gon Uk-ah. Ini perhelatan sakral. Lagipula di sini ada istrimu dan istriku, tidak enak kalau kita mengobrol seperti biasa.”

“Oh hahahaha baiklah. Oh iya maaf, anakku sedang ke toilet. Mungkin sebentar lagi juga akan kembali ke sini.”

Oh sedang ke toilet rupanya. Aku mulai mengangkat wajahku yang sedari tadi menunduk terus. Jeongmal, aku sangat malas.

‘Eh?’

Si-siapa namja di hadapan eomma yang sedang tersenyum padaku ini? Tampan sekali! Seperti artis, sangat sempurna. Apa ini yang namanya Kyuhyun? Aku balas tersenyum.

‘Eh ani.’

Tadi Cho ahjussi bilang kalau Kyuhyun sedang ke toilet. Lalu…namja ini siapa? Selain itu kenapa kursi kosongnya tinggal satu. Kalau satu kursi kosong itu untuk Kyuhyun, lalu eommanya Kyuhyun duduk di mana?

Cklek. Ada seseorang masuk ke dalam ruangan ini.

“Ah, itu dia.”

Deg! Inikah? Inikah namja yang bernama Cho Kyuhyun itu? Kakkoi, totemo kakkoi (kyeopta, neomu kyeopta). Bahkan lebih tampan dari namja yang tadi tersenyum padaku! Ini pertama kalinya aku melihat orang biasa yang seperti artis. Tapi rasanya aku pernah melihat namja ini. Di mana ya?

“Ayo beri salam pada keluarga Song.”

“Annyeonghaseyo. Jeoneun Cho Kyuhyun imnida.”

Aigoo aigoo dia mengucap salam dengan wajah cool, tanpa senyum! Tapi justru itu yang membuatnya terlihat lebih tampan.

“Yuki, sekarang giliranmu, Nak.”

“Ah ne.” appa membangunkanku yang sedang melamun, “Annyeonghaseyo, Song Rae Soo imnida. Tapi saya biasa dipanggil Yuki.”

“Mwo? Jauh sekali nama asli dan nama panggilannya.”

“Ne? Haha itu nama Jepangku. Aku sudah terbiasa dipanggil Yuki sejak SD.”

“Ini Korea, bukan Jepang.”

‘Eh?’

“Kau ini. Tersenyumlah sedikit. Bersikap manislah pada yeoja. Dia ini calon istrimu lho. Cantik kan?”

“Cantik.”

Eh? Jinjja? Omooo aku jadi malu >.<

“Namanya juga wanita, mana mungkin aku menyebutnya tampan.”

PRAAAANG (suara kaca pecah maksudnya) hatiku yang baru saja berbunga-bunga langsung hancur berserakan. Ternyata aku salah menilai orang. Benar apa kata eomma, jangan suka memutuskan sesuatu sebelum tau sepenuhnya. Kesan awal dia terlihat cool dengan wajah kalem dan kacamatanya. Tapi ternyata…aigoo kata-katanya sama sekali tidak manis, dari awal dia ceplas ceplos sekali.

“Ya! Cho Kyuhyun! Kau ini memalukan appa saja!” Cho ahjussi berbisik membentak Kyuhyun. Tapi aku masih bisa mendengarnya.

“Maafkan Kyuhyun ya, nak Yuki. Putraku yang satu ini memang sedikit berbeda dari namja pada umumnya.”

“Ah, gwenchana yo, Ahjussi. Aku tidak apa-apa hehe.”

“Hei Cho Kyuhyun, harusnya kau belajar pada saudaramu Sungmin.”

Namja yang tersenyum padaku tadi, kini tersenyum tersipu.

‘Apakah Sungmin itu nama namja ini?’

“Aigoo kau belum tersenyum juga ya? Appa tau semenjak eommamu pergi, kau jadi jarang sekali tersenyum. Tapi untuk kali ini tolong, tersenyumlah.”

Pergi? Pergi ke mana? Apakah maksudnya meninggal?

“Kyu, tersenyumlah. Untuk kali ini saja, ara?”

Namja itu berbisik membujuk Kyuhyun. Suaranya lembut sekali. Manisnyaaa, sesuai dengan wajahnya. Kyuhyun nampak melirik namja itu dengan tatapan kesal. Lalu dia menatapku dan tersenyum padaku.

‘Mwo?’

Dia hanya tersenyum satu detik dan kembali pada wajahnya yang masam. Aish namja ini. Kalau tidak ada orangtuanya dan orangtuaku, sudah kujitak!

“Ckckck memang susah. Ya sudahlah terserahmu.”

Appanya saja kesal padanya, apalagi aku.

“Yuki-chan, maaf ya atas sikap anakku yang tidak dewasa ini. Dia memang seperti itu. Hanya Sungminlah yang bisa menaklukkannya. Oh iya, Sungmin, silahkan perkenalkan dirimu, Nak.”

“Ne, Appa. Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida, bangapsumnida.” namja manis yang ternyata bernama Lee Sungmin itu tersenyum sangat ramah padaku dan orangtuaku. Hih benar-benar berbeda dengan orang di sebelahnya. Andaikan aku dijodohkan dengan orang ini. E, chotto (eh, chamkaman). Lee? Lee Sungmin? Aku pikir dia adik atau kakak dari si Kyuhyun ini. Tapi kenapa beda marga?

“Sungmin ini sudah kuanggap sebagai anak kandungku sendiri. Dia sangat dekat dengan Kyuhyun. Dia sudah seperti kakak kandungnya Kyuhyun.”

Ooooh jadi bukan saudara kandungnya ya? Jadi untuk apa dia dibawa ke sini? Apa hubungan Lee Sungmin dengan keluarga ini sangat dekat? Hmm aku jadi ingin tau #kepo mode on

 

Keesokan harinya…

“Kamsahamnida, Ahjussi.” aku turun dari mobilku dan segera menuju gerbang Kyunghee University, kampus baruku. Kyunghee…kyung…kyu…hih aku jadi teringat namja itu lagi! Aku masih ingat raut mukanya yang saaaangat suram. Berbanding terbalik dengan namja yang bernama Lee Sungmin itu. Andaikan dia yang dijodohkan denganku hmm…

Oh iya ngomong-ngomong Kyuhyun, aku jadi penasaran dengan perkataan Cho ahjussi. Katanya Kyuhyun dan Sungmin sangat terkenal di kampus selain karena kepintaran mereka. Mungkin karena wajah mereka yang tampan. Tapi di Korea kan memang banyak namja tampan. Masa iya mereka yang paling tampan di sini? Ah sepertinya ada alasan lain yang membuat mereka seterkenal itu.

“KYAAAAAA KYUHYUN OPPAAAAA!!!!!”

Sepertinya Tuhan mendengar pertanyaanku.

“Aigoo benar yang dikatakan ahjussi. Kyuhyun sangat terkenal sampai ratusan yeoja berkumpul dan berteriak sehisteris itu. Hih mereka pikir si Kyuhyun itu artis apa?”

“Memang dia artis.”

“Eh?”

Tiba-tiba saja Sungmin sudah ada di sebelahku, seperti malaikat di 49 Days.

“Ya! Oppa! Sejak kapan kau ada di sini?” Sungmin memang lebih tua dariku. Dia sebaya dengan Kyuhyun. Tapi jangan harap aku mau memanggil namja childish itu dengan sebutan oppa.

“Baru saja. Aku baru keluar dari kelas. Mau ke kantin?”

 

@Kantin

“Suju? Apa itu Suju? Rasanya aku pernah mendengar nama itu. Apa itu nama sejenis makanan di Korea?” #dipancung ELF sedunia

“Memang di Jepang, kami tidak terkenal ya?”

“Entahlah, kurasa tidak. Karena aku tidak mengenalnya hehe.”

“Hmm kami memang belum sempat debut di sana, jadi mungkin masih cukup asing. Memangnya kau tidak pernah update masalah Korea? Atau setidaknya dari temanmu di sini?”

“Ani. Aku tidak punya teman di sini. Aku pindah ke Jepang dari kelas satu SD.”

“Oh begitu ya. Berarti aku teman pertamamu di sini ya?”

“Memangnya kau mau berteman denganku?” godaku. Melihat wajahnya yang ramah dan lembut membuatku ingin menggodanya hehe.

“Sure, why not?”

“Ah Oppa ini baik sekali. Sungguh berbeda dengan si Kyuhyun itu. Oh iya, ayo ceritakan padaku apa itu Suju? Onegai eh jeballll.”

“Ne. Suju itu adalah…”

Sungmin oppa menjelaskan panjang lebar tentang Suju. Mulai dari tanggal berdirinya, anggota-anggotanya, managementnya, daaaan semuanya. Aku sampai terkantuk-kantuk begini mendengar penjelasannya. Aku memang paling tidak bisa mendengar ceramah atau materi terlalu panjang. Tapi dari sekian banyaknya informasi dari Sungmin oppa, hanya tiga hal yang bisa kuingat. Suju itu Super Junior, Kyuhyun dan Sungmin oppa itu merupakan bagian dari membernya, dan mereka baru satu bulan debut di Jepang. Oleh karena itu aku masih merasa asing tentang Suju. Memang rasanya aku pernah mendengar teman-temanku membahas itu, tapi tidak belum terlalu booming saat aku masih di sana. Dan satu lagi yang bisa kusimpulkan dari boyband yang satu ini, kurasa member-membernya tampan-tampan. Bahkan mungkin lebih tampan dari Ikuta Toma sekalipun. Ya dilihat dari sampelnya saja sudah seperti ini.

“Sudah jelas sekarang?”

“Ne, gomawo oppa. Sekarang sepulang kuliah sepertinya aku akan searching segala sesuatu tentang Suju. Aku jadi penasaran hehe.”

“Ya silahkan. Aku tunggu kau jadi bagian dari ELF.”

“ELF? Apa itu ELF?”

“Everlasting Friend, nama fansnya Suju.”

“Oh ne ne. Eh sudah waktunya masuk kelas, aku permisi dulu ya oppa. Annyeong.”

“Annyeong.”

 

*          *          *

 

Aish Kim ahjussi lama sekali. Aku sudah hampir mati varises (?) kalau berdiri terus begini. Eh bukankah itu Kyuhyun? Ya benar itu si spesies langka. Kenapa dia tidak menyapaku? Jelas-jelas tadi aku lewat di depannya. Aish pabonya aku baru menyadari keberadaan makhluk itu.

“Heh.” aku menepuk bahunya.

“Ada perlu apa?”

“Aigoo kau pikir aku ini siapa hah? Lagamu seperti orang yang tidak kenal saja. Aku ini Song Rae Soo atau Yuki yang kemarin baru dikenalkan padamu. Masa iya kau sudah lupa?”

“Aku ingat.” ujarnya sambil memalingkan muka dan kembali menatap lurus ke depan dengan pandangan dinginnya.

“Lalu kenapa kau tidak menyapaku?”

“Aku tidak ingin kau diserbu ELF kalau terlihat sedang mengobrol denganku.”

“Aish lagamu sok ingin melindungiku. Bilang saja kau malas menyapaku.”

“Ternyata aku memang tidak pantas menjadi orang munafik ya? Sekali berbohong langsung ketauan haha.”

Eh dia tersenyum! Ngek. Tidak sampai satu detik kemudian wajahnya datar lagi. Aigoo sebenarnya makhluk spesies apa dia ini?

“Kyuhyun-ah.”

“Ah, Seohyun.”

Siapa yeoja ini? Apa dia pacarnya? Kelihatannya Kyuhyun baik sekali pada yeoja ini. Dia terlihat ramah padanya. Beda sekali dengan sikapnya padaku.

“Annyeong, kau ELF ya?” yeoja itu menoleh ke arahku.

Aku hanya menjawab dengan menunjuk wajahku sendiri dengan raut muka bertanya ‘aku?’

“Ne, neo.” dia tersenyum ramah. Wah benar-benar yeoja yang lembut.

“Aku…”

Belum sempat menjawab, Kyu keburu memotongnya, “Dia anaknya teman appaku.”

Mwo?

“Oh, Seohyun imnida. Aku teman sekelasnya Kyuhyun.” ia menugulurkan tangannya.

“Rae Soo imnida, tapi aku biasa dipanggil Yuki, bangapta.”

“Song agassi.” sebuah limosin mini berwarna hitam berhenti di hadapanku.

“Ah, Kim ahjussi. Seohyun eonni, aku permisi dulu ya.” aku tersenyum ramah pada yeoja cantik itu, “Aku duluan.” raut mukaku seketika berubah saat berpamitan pada Kyuhyun. Hih memangnya kau saja yang bisa menunjukkan ekspresi seperti itu? Aku juga bisa!

 

*          *          *

 

“Jadi dia tidak mau orang lain tau tentang perjodohan ini? Baiklah, kuturuti keinginanmu, Cho Kyuhyun. Memangnya aku juga mau mempublikasikan ini hah?”

Aku mulai mengotak-atik laptop putihku.

“Ya ini dia!” aku mulai excited saat melihat tiga belas orang (ceritanya di sini Sujunya masih 13) namja tampan berjejer di display laptopku, “Jadi ini yang dinamakan Suju? Huaaaaa tampan-tampan, seperti tokoh-tokoh anime!”

Kuperhatikan wajahnya satu-satu tanpa terkecuali. Ini pertama kalinya aku melihat boyband dengan personil setampan dan sesempurna ini.

“Wah ini Sungmin oppa! Ternyata dia tidak berbohong kalau dia artis. Eh, yang ini namanya siapa ya? Aku rasa paling tampan di antara yang lain.”

Kudekatkan mukaku ke display laptop, kuperhatikan wajahnya karena aku merasa tidak terlalu asing dengan namja yang satu ini, “MWO? Ini kan si Kyuhyun! Aigoo dasar pabo! Kenapa aku bilang dia yang paling tampan? Tidak jadi ah. Lebih baik aku lihat Sungmin oppa.”

Semakin banyak searching, aku semakin tertarik dengan boyband bernama Super Junior ini. Aku baca biodata personilnya satu persatu.

“Hih Cho Kyuhyun. Aku skip saja ah yang bagian dia. Eh chamkaman. ‘nick name : evil magnae Kyu’. Evil magnae? Hmmmpppt huahahahahahahahahahaha.”

Cocok! Sangat cocok! Sekarang aku punya panggilan baru untuknya hahahaha.

 

Keesokan harinya di kampus

“Hei evil!”

Namja menyebalkan berambut ikal coklat itu menoleh ke arahku.

“Ternyata benar ya yang ditulis di internet, kau biasa dipanggil evil.”

“Kau sudah jadi ELF ya?”

“Kurasa iya. Tapi jangan harap aku jadi fansmu juga! Aku hanya suka Suju, tidak suka denganmu!”

“Siapa juga yang berharap punya fans sepertimu?”

Jleb! Dia memang paling bisa membalikkan kata-kata!

“KAU!!!”

“Eh sudah sudah.”

“Sungmin oppa?”

“Kalian ini kerjaannya bertengkar terus. Sudah tidak boleh begitu.”

“Aku juga tidak tau, Oppa. Orang itu yang selalu cari gara-gara denganku.”

“Orang itu? Hei sopanlah sedikit. Aku lebih tua dua tahun darimu. Jadi panggil aku oppa.”

“Oppa? Ti-dak ma-u weeeeek!”

Seminggu berlalu dengan rutinitas seperti itu. Setiap bertemu dengan Kyu, aku pasti bertengkar dengannya. Dan Sungmin oppa lah yang selalu menengahi kami. Memang benar kata Cho ahjussi, si evil itu memang paling nurut pada Sungmin oppa.

“Annyeonghaseyo.”

“Annyeonghaseyo.”

Malam ini keluargaku berkunjung ke rumah keluarga Cho untuk makan malam bersama. Dan ada Sungmin oppa juga. Apa Sungmin oppa juga tinggal di sini?

“Yuki-chan, bagaimana sikap Kyuhyun padamu di kampus?”

“Ne? Hmm…baik, Ahjussi.”

Hueeeek kalau bukan atas dasar sopan santun sudah kubeberkan semuanya. Termasuk saat dia mengenalkanku pada Seohyun eonni. Cho ahjussi pasti sangat marah kalau tau Kyuhyun tidak mau mengakuiku.

Ah ada chickhen teriyaki favoritku! cleb! Aku berhasil menancapkan garpuku di sana. Eh tapi sepertinya bentrok.

“Gomawo oppa.” ujarku saat Sungmin oppa tersenyum dan melepaskan garpunya dari ayam yang kutancap garpu ini.

Acara makan bernuansa Jepang ini berlangsung dengan khidmat (?). Eh masih ada selembar daging tersisa di sukiyakinya. Tanpa banyak basa basi aku langsung menyumpit dagingnya. Tapi kali ini lagi-lagi aku bentrok. Kali ini si pemillik sumpit tidak mau kalah. Dia masih meletakkan sumpitnya di sana. Kudongakkan kepalaku yang sedari tadi fokus pada wajan sukiyaki.

‘Oh ternyata si evil.’

Melihat wajahnya, aku semakinn bersemangat untuk memperetahankan selembar daging ini. Kutarik ke arahku. Dia tidak mau kalah rupanya, dia tarik balik daging itu ke arahnya. Kutarik lagi, dia membalas. Terus seperti itu.

“Ya kalian sedang apa?”

“Ah, ani hahaha.” aku tertawa garing. Dan saat aku lengah dia berhasil merebut daging sukiyakinya.

“Ya! Cho Kyuhyun!!!”

Dia memasang muka ‘kenapa?’ Ish dasar evil. Wajahnya sok tidak berdosa.

“Wae yo, hunny?” eomma heran dengan sikapku.

Iie (tidak) hehe.”

Acara makan selesai. Kali ini appa, eomma, dan Cho ahjussi duduk di ruang tamu. Aku dan Kyuhyun menonton tv di ruang keluarga. Sedangkan Sungmin oppa sedang ke toilet.

Author POV

Klik (suara remote tv maksudnya)

“Ya! Apa yang kau lakukan! Itu sedang adegan penting tau!”

“Penting apanya? Cuma drama seperti itu. Nanti kau beli saja dvdnya. Atau didownload juga bisa.”

“Tapi aku mau menontonnya sekarang, tuan Cho Kyuhyun!”

“Tapi aku tidak mau menontonnya sekarang, nona Song Rae Soo.”

“CHO KYUHYUUUUN!!!”

Sementara itu di ruang tamu…

“Itu kan suaranya Yuki?” appa Yuki mendengar teriakan Yuki barusan.

“Iya, kau benar, Yeobo.”

Appa dan eomma Yuki serta appanya Kyuhyun seling berpandangan lalu belari ke ruang keluarga untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Mwo?”

Yuki merebut remote control di tangan Kyuyun dengan kasar dan langsung memindahkan channelnya.

“Ya! Itu sedang seru-serunya!”

“Tapi menurutku itu tidak seru-serunya!” balasnya menyontek kata-kata Kyuhyun tadi tanpa melihat ke arahnya, “YA!” Kyuhyun merebut remote controlnya lagi.

“Kembalikan!”

“Tidak!”

“Kembalikan!”

“Tidak!”

“Kembalikaaaaan!”

“Tidaaaaak!”

“CHO KYUHYUN! SONG RAE SOO!!!”

“Appa?!”

 

*          *          *

 

“Jujur pada appa. Apa setiap bertemu kalian selalu begini?”

Kyuhyun tidak menjawab.

“Yuki?”

Yuki bingung harus menjawab apa.

“Hmm sepertinya kalian memang tidak akur ya? Tadi saja saat makan kalian berebut daging sukiyaki kan? Lalu appa juga tidak pernah melihat tanda-tanda kalian berkomunikasi. Apalagi melihat ataupun mendengar kabar kalian jalan bersama ataupun berkunjung ke rumah masing-masing. Selain itu appa tidak pernah melihat adanya chemistry di antara kalian. Dari awal kami datang sampai sekarang appa tidak melihat kalian mengobrol. Tau-tau sudah bertengkar saja. Jangan-jangan di kampus juga kalian begini ya?”

Kyuhyun dan Yuki hanya menunduk.

“Sungmin-ah, apa benar yang kukatakan?”

Sungmin yang baru keluar dari toilet saat Kyuhyun dan Yuki bertengkar, sangat kaget mendengat pertanyaan itu. Ia bingung harus menjawab apa. Ia paling tidak bisa berbohong. Apalagi pada appanya Kyuhyun yang sudah ia anggap appa sendiri.

“Hmm sudah kukira. Ilju-ah, bagaimana kalau kita nikahkan saja anak kita ini?”

“MWO!” teriak Kyuhyun dan Yuki bersamaan.

“Kukira itu akan lebih baik.”

“Appa…” mata Yuki mulai berkaca-kaca.

“Tadinya appa ingin memberi waktu pada kalian untuk saling mengenal. Tapi rupanya appa harus mempercepat semuanya. Appa paling tidak tahan melihat orang yang tidak akur. Setelah menikah, appa punya cara tersendiri untuk menyatukan kalian.”

“Kalau begitu kita adakan acaranya minggu depan saja.” appa Yuki ikut angkat bicara.

“Setuju.”

Kyuhyun dan Yuki menatap appa mereka masing-masing secara bergantian.

“SHIREOOOOOOOOOOOOOO!!”

 

 

TBC…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s