Saranghae First, Gong Xi Fa Cai Then

Author     : Puput

Judul        : Saranghae First, Gong Xi Fa Cai Then

Kategori   : Romance

Rating       : Teens

Main cast : – Shin Ji Hyeon as You

– B1A4 Gongchan as Gong Chan Sik

Other cast : – T-ara Eun Jung as Eun Jung

–         Lee Swe Choi

Annyeong readerdeul ^^

Ini fanfic spesial imlek. Tercipta ga sengaja gara-gara aku iseng ngubek-ubek majalah Boboku, terus nemu mitos imlek dan kepikiran cerita ini deh hehehe. Mian ya kalo geje, ini dibikin cuma dalam waktu satu jam hehe. Terus berhubung aku miskin perbendaharaan nama Korea dan aku lagi suka banget sama 49 Days, jadi pinjem nama Shin Ji Hyeon, abis namanya unyu-unyu, aku suka. Nam Gyu Ri nya yang meraninnya juga unyu hehe. Mian kalau di sini cast Eunjung nya dibikin nyebelin. Oke deh, happy reading and jangan lupa RCL RCL *bawa-bawa spanduk #abaikan

“MWO? Luar negeri?” teriak Ji Hyeon.

“Ne. Aku mendengarnya barusan saat lewat ruang konseling.”

“Kenapa dia tidak bilang padaku? ” gumamnya pelan sambil cemberut.

“Hohohohoho.” tiba-tiba seorang yeoja centil berambut pendek masuk ke pembicaraan mereka.

 

“Ish, mau apa kau ke sini? Dasar tukang nguping.”

“Gongchan tidak  memberi taumu ya kalau dia dapat beasiswa ke Hongkong? Hohohohoho Ji Hyeon yang malang.”

“Memangnya kau diberi tau oleh Gongchan hah?” sambar Ji Hyeon sinis.

“Hohohohoho jangan pabo, Ji Hyeon. Aku menertawakanmu karena Gongchan memberi tauku.”

Ji Hyeon makin cemberut saja.

“Dan satu hal lagi yang ingin ku informasikan padamu. Minggu depan, tepat di hari Gongchan akan berangkat ke Hongkong, aku akan mengantarnya ke bandara dan menyatakan perasaanku di sana. Romantis bukan? Hohohoho.”

Ji Hyeon sangat shock, matanya langsung berkaca-kaca.

“Sudah, sudah,  Ji Hyeon, jangan dengarkan si nenek sihir itu.” Swe Choi, sahabatnya, berusaha menenangkan Ji Hyeon, “Heh nenek sihir, pergi sana. Bisanya bikin rusuh saja. Hush hush!”

“Kau pikir aku ayam hah?”

“Dasar pabo! Sudah kubilang kau nenek sihir! Lagipula jangan senang dulu, belum tentu Gongchan akan menerima cintamu!”

“Kau lihat saja nanti. Masalah beasiswa ini saja, dia memberitaukannya padaku. Kurasa itu pertanda baik.”

“Hah banyak bicara sekali! Kita lihat saja nanti! Pasti Ji Hyeon lah yang mendapatkan cinta Gongchan. Sana pergi! Dasar nenek sihir!”

Eun Jung pun pergi meninggalkan mereka sambil komat kamit tidak jelas.

“Sudahlah, Ji Hyeon. Semuanya akan baik-baik saja. Mungkin tadi ia kebetulan bertemu Gongchan jadi Gongchan menceritakannya lebih dulu pada dia.”

Ji Hyeon hanya mengangguk pelan sambil sesenggukan. Gongchan memang cinta pertama Ji Hyeon dari kecil. Rumah mereka bersebelahan. Mereka sering main bersama. Tak lupa ada Eun Jung di antara mereka. Eun Jung juga sudah kenal sejak lama dengan Gongchan dan Ji Hyeon. Rumahnya tepat di seberang rumah Gongchan. Sejak kecil mereka sering main bertiga karena rumah mereka yang berdekatan. Hanya saja Ji Hyeon dan Eun Jung selalu tidak akur. Mereka selalu bersaing dalam berbagai hal termasuk berebut perhatian Gongchan. Tapi Gongchan anak yang ramah, ia selalu tersenyum dan senang bermain dengan siapa saja dan tidak ingin memilih salah satu di antara mereka. Dia lebih memilih untuk bermain bertiga. Dan hal itu berlanjut hingga sekarang, hingga mereka akan segera lulus SMP.

“Swe Choi-ah, etteohke? Gongchan…Gonghchan…sepertinya menyukai Eun Jung. Lalu…lalu bagaimana denganku hiks?”

“Sudah jangan dengarkan kata-kata si nenek sihir itu. Aku yakin Gongchan sebenarnya menyukaimu. Aku bisa melihat dari sikapnya kepadamu.”

“Tapi…tapi…dia memang selalu baik pada semua orang…”

“Memang, tapi caranya menatapmu, kurasa sedikit berbeda. Hmm begini saja. Si nenek sihir itu kan katanya akan menyatakan perasaannya minggu depan, bagaimana kalau kau mendahuluinya besok?”

“Mwo?”

“Besok kan perayaan imlek. Apa kau tau mitos di tahun baru imlek?”

Ji Hyeon hanya menggelengkan kepalanya.

“Menurut mitos Tionghoa, orang pertama yang ditemui dan kata pertama yang didengar di tahun baru, akan sangat mempengaruhi keberuntungan di tahun itu.”

“Jinjja?”

“Ne. Kurasa momen imlek besok sangat tepat untuk menyatakan perasaanmu.”

Ji Hyeon berpikir sejenak lalu tersenyum manis pada sahabatnya itu.

*        *          *

“Ne ne, hari ini aku harus tidur lebih awal! Besok aku harus bangun pagi-pagi dan menyatakan perasaanku pada Gongchan! Chaljayo!” Ji Hyeon mematikan lampu tidurnya dan langsung menarik selimut.

Keesokan harinya…

OK Girl neoegeman yes man, mwodeunji dahejulge OK Girl

Tep. Ji Hyeon mematikan alarmnya dan langsung melompat menuju kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi.

“Tinggal sms Gongchan!”

To : Channie

Channie-ah, apa kau sudah bangun? Kalau sudah, aku mau ke rumahmu sekarang.

 

Balasan sms yang ditunggu Ji Hyeon langsung datang beberapa detik kemudian.

From : Channie

Ne, aku sudah bangun. Ke sini saja.

 

“Yay!!! Eh, aku tidak boleh berisik, nanti eomma, appa, dan Ji Sung eonni bisa bangun. Aku tidak boleh bertemu siapapun hari ini sebelum bertemu Gongchan!”

Tep tep tep, Ji Hyeon berjalan mengendap-endap sambil menenteng flat shoesnya.

“Fiuuuuh belum ada yang bangun.”

Ia langsung melesat menuju pintu depan rumahnya dan keluar dengan sangat hati-hati. Dilihatnya pemandangan di luar masih sangat gelap, bahkan matahari pun belum menampakkan diri. Ia berjalan menunduk karena tidak mau bertemu siapapun hari ini sebelum bertemu Gongchan.

To : Channie

Aku sudah ada di depan rumahmu.

 

Cklek. Pintu rumah Gongchan terbuka. Alangkah senangnya Ji Hyeon saat melihat Gongchanlah yang membukakan pintu.

‘Yes! Syarat pertama sudha terpenuhi!’

“Annyeong. Silahkan masuk, Ji Hyeon-ah.” ujar Gongchan ramah.

“Ah ani yo, di sini saja. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu.”

“Oh ada apa?” tanya Gongchan masih dengan senyuman khasnya yang membuat hati Ji Hyeon makin berdebar kencang, “Sampai-sampai kau tidak sempat berganti pakaian.”

‘Aigoo! Aku sampai lupa tidak mandi dan tidak ganti baju! Aku masih memakai piyama mickey mouseku. Untung aku terbiasa cuci muka dan gosok gigi setiap bangun tidur.’

“Hehehe iya aku lupa aku belum mandi.” jawab Ji Hyeon dengan polosnya.

“Haha tidak apa-apa, aku juga baru bangun saat menerima smsmu dan belum sempat mandi hehe.”

Keduanya tertawa bersama.

“Lalu, apa yang ingin kau sampaikan?”

Deg! Ji Hyeon makin berdebar saja saat Gongchan menatapanya dan bertanya tiba-tiba.

“Emm…itu…aku…aku…hanya ingin bilang…”

‘Tidak peduli apapun jawaban Gongchan nanti, yang penting aku harus mengatakannya sekarang! Ya! Kau pasti bisa Shin Ji Hyeon!’

Ji Hyeon menghela nafas dalam lalu menghembuskannya, “Saranghae…”

“Mwo?”

‘Aigoo kenapa malah respon itu yang keluar? Aku tidak ingin mengulangi kata-kata itu lagi. Bisa-bisa aku mati kena serangan jantung saat ini juga jika harus mengatakannya untuk kedua kali.’

“Ji…jinjja yo?”

‘Eh jadi dia mendengar apa yang kukatakan?’

“Nn…ne…” jawab Ji Hyeon gugup.

“Na…na do.”

“Eh?” Ji Hyeon langsung mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk.

“Na do, na do saranghaeyo.”

Ji Hyeon langsung memeluk Gongchan. Saking senangnya, mereka sampai berputar posisi 180° (?).

Sementara itu di balkonnya Eun Jung…

“Hoaaaaam aduuuuh gara-gara tidurnya terlalu awal, aku jadi bangun sepagi ini.”

Eun Jung berjalan menuju pagar balkonnya sambil merenggangkan tubuh. Matanya yang masih setengah terbuka mendadak terbuka sempurna saat melihat pemandangan di seberang rumahnya.

“MWO?”

Ji Hyeon yang menyadari kehadiran Eun Jung mejulurkan lidahnya dan menarik kantung matanya, masih sambil berpelukan dengan Gongchan.

“Tidak…mungkin…” Eun Jung pingsan di balkonnya.

‘Kekekeke konyol sekali si nenek sihir itu.’ kekeh Ji Hyeon dalam hati.

“Oh iya, ngomong-ngomong kenapa kau menyatakan perasaanmu semendadak dan sepagi ini?” tanya Gongchan sambil melepas pelukannya.

“Hehehe begini…”

Ji Hyeon menceritakan tentang mitos imlek itu.

“Oh jadi gara-gara mitos itu? Hahaha kau ini ada-ada saja.”

“Swe Choi yang memberi saran padaku hehe. Ini gara-gara Eun Jung bilang dia akan menyatakan perasaannya padamu saat kau akan berangkat minggu depan. Jadi aku mendahuluinya. Aku takut ia akan merebutmu.” ujar Ji Hyeon manja, “Sebenarnya awalnya aku ragu untuk menyatakan ini, karena aku pikir kau menyukai Eun Jung.”

“Mwo? Kenapa kau berpkir seperti itu?”

“Waktu itu Eun Jung bilang, kau menceritakan tentang beasiswamu padanya. Padahal  kau belum menceritakannya padaku.”

“Oh itu. Aku menceritakan itu pada Eun Jung karena waktu itu kami tidak sengaja bertemu saat aku baru melihat pengumuman di internet.”

“Lalu kenapa sampai sekarang kau belum memberitauku?”

“Rencananya aku ingin memberitaumu lusa sekalian menyatakan perasaanku padamu sebelum berangkat. Aku ingin mempersiapkan mentalku untuk mengatakannya padamu. Aku sangat sedih jika mengingat akan berpisah denganmu selama tiga tahun.”

“Ani yo, jangan berpikiran seperti itu. Aku justru senang kau mendapat beasiswa untuk melanjutkan SMA di negara yang kau impikan sejak kecil.”

Gongchan tersenyum pada Ji Hyeon dan mengelus kepalanya, “Gomawo, Ji Hyeon-ah.”

“Untuk apa?”

“Untuk mencintaiku dan juga menyemangatiku.”

“Cheonma. Aku juga berterima kasih karena kau sudah membalas cintaku.”

“Ne. Jadi…apa kau bersedia untuk menungguku selama tiga tahun?”

“Sure. With all plesure.”

Mereka tersenyum satu sama lain.

“Eh, karena aku melakukan semua ini atas dasar mitos imlek, aku juga ingin mengatakan satu kalimat imlek padamu. Dan kurasa ini sangat cocok untukmu.” lanjut Ji Hyeon.

“Mwo ya?” tanya Gongchan lembut.

“Gong Xi Fa Cai.”

“Aku sudah sering mendengar kalimat itu, tapi aku tidak tau artinya. Bisakah kau memberitauku apa artinya?”

“Artinya selamat sukses di tahun baru.”

“Ah ne. Kalimat yang bagus sekali. Gomawo, Chagi.”

“Ne.”

Gongchan mengenggam tangan Ji Hyeon. Mereka saling bertatapan dengan matahari terbit sebagai saksinya.

THE END

Yay! Selesai! Fanfic terpendekku akhirnya selesai juga! Mian kalo kurang menarik, geje, ada typo, salah-salah bahasa Koreanya dsb. Gomawo banget buat yang udah baca, apalagi yang mau komen n like hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s