日本語の発音 (NIHONGO NO HATSUON)

日本語の発音 (NIHONGO NO HATSUON)

日本語 (Nihongo = bahasa Jepang) dan 発音 (Hatsuon = pelafalan/pronounce). Ada beberapa peraturan dalam pelafalan vokal dan konsonan bahasa Jepang. Berikut ini peraturan yang saya salin dari kamus yang disusun oleh Profesor Marasaiyatu dan Pak Thama L. Ode Ongso :

  1. 1. Vokal

Perbedaan vokal dalam bahasa Jepang pada umumnya tidak terlalu banyak berbeda dengan vokal dalam bahasa Indonesia. Hanya saja dalam bahasa Jepang ada beberapa peraturan sebagai berikut :

a) Vokal dalam bahasa Jepang mengenal adanya lafal panjang dan pendek yang menghasilkan perbedaan arti. Contohnya:

Hodo = derajat

Hodoo = trotoar

Hoodoo = berita

Biasanya vokal yang dilafalkan panjang seperti ini akan diberi tanda (-) di atas vokal yang dipanjangkannya. Misal pada kata hodoo, maka akan ditulis hodo dengan huruf ‘O’ terakhirnya diberi tanda (-) di atasnya karena ‘O’ pada huruf terakhirlah yang harus dibaca panjang.

b) Vokal rangkap seperti ai/au/ei/oi/ou/ii dan sebagainya dilafalkan tetap dua bunyi, tidak menjadi satu bunyi seperti ‘kau’ atau ‘kalau’ dalam bahasa Indonesia. Misal :

Kirai (benci) dibaca ki-ra-i

Morau (menerima) dibaca mo-ra-u

Kirei (cantik) dibaca ki-re-i

Aoi (biru) dibaca a-o-i

Hirou (mengambil) dibaca hi-ro-u

Oishii (enak) dibaca o-i-shi-i (untuk vokal ganda ‘i’ seperti ini, maka ‘I’ terakhir pun tidak boleh diabaikan. Sama halnya seperti ‘telaah’ dalam bahasa Indonesia yang aka berubah makna jika huruf ‘A’ nya dikurangi satu)

  1. 2. Konsonan

a) Konsonan rangkap harus dilafalkan ‘rangkap’ seperti tasjid dalam bahasa Arab. Contoh : wakatta (mengerti *bentuk lampau) dibaca wa-kat-ta atau terkadang dalam lagu bisa menjadi wa-ka-at-ta. Tapi wajarnya dalam sebuah percakapan dibaca wa-kat-ta. Dalam lagu hanya penyesuaian agar sesuai dengan melodi.

b) Konsonan ‘R’ dilafalkan antara bunyi ‘R’ dan ‘L’, tidak sejelas ‘R’ dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu tidak dikenal huruf ‘R’ dalam hiragana maupun katakana dan kanji.

c) Konsonan ‘G’ pada awal kalimat diucapkan seperti ‘G’ dalam bahasa Indonesia. Tapi ‘G’ pada partikel ‘ga’ () dibaca mendekati ‘ng’. Begitu pula jika ‘G’ ada di tengah kata. Contoh :

Ageru (memberi) dibaca a-nge-ru

Nagai (panjang) dibaca na-nga-i

d) Konsonan ‘H’ dilafalkan sama seperti pada bahasa Indonesia. tetapi kadang-kadang dilafalkan /hs/ seperti pada kata hito (orang) dibaca hsi-to. Dan jika diikuti dengan vokal ‘U’ dilafalkan mendekati ‘FU’

e) Konsonan ‘N’ dibaca seperti pada ‘N’ dalam bahasa Indonesia. tapi jika mengahadapi huruf G/K maka dibaca ‘NG’. Contoh :

Nihongo (bahasa Jepang) dibaca ni-hong-go

Sankagetsu (bulan ketiga) dibaca sang-ka-get-su

Sedangkan jika menghadapi huruf B/M/P, maka dibaca ‘M’. Contoh :

Sanbyaku (tiga ratus) dibaca sam-bya-ku

Bunpou (tata bahasa/grammar) dibaca bum-pou

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s