MARRIED? Shireoooo!! – part 2 (Super Junior Kyuhyun version)

Author     : Puput

Judul        : MARRIED? Shireoooo!! – part 2

Kategori   : Romance

Rating      : PG-15

Main cast : – Song Rae Soo/Yuki as You

– Super Junior Kyuhyun as Super Junior Kyuhyun/Cho Kyuhyun

– Super Junior Sungmin as Super Junior Sungmin/Lee Sungmin

Other cast : SNSD Seohyun as Seohyun

 

 

Yuki POV

Menikah, satu  kata yang sangat jauh dari agenda hidupku saat ini. Berpacaran saja tidak pernah. Tapi statusku sekarang sudah menjadi wanita yang sudah menikah. Ini sangat menyebalkan. Tapi apa boleh buat. Dari kecil aku paling tidak bisa menolak keinginan appa. Tapi itu belum bisa disebut apa-apa. Ada satu hal lagi yang lebih parah. Mulai sekarang aku dan Kyuhyun harus tinggal serumah! Bayangkan! Hanya berdua dengan Cho Kyuhyun! Si evil itu! Dan bahkan tanpa seorang pembantu pun. Rupanya inilah rencana appa Kyuhyun untuk mempersatukan kami. Katanya di sini kami dididik untuk mandiri dan saling membantu satu sama lain. Aigoo entah apa yang ada di otak appaku dan appa Kyuhyun. (ceritanya di sini Kyuhyun diperbolehkan tinggal di luar dorm karena sedang menyusun skripsi #ya, suka-suka author aja. Ga ngikut aturan SM ent ._.v)

“Maafkan aku ya, Yuki?”

“Gwenchana, oppa. Ini bukan salahmu.”

“Tapi andaikan aku bisa mengarang cerita kalau kalian selalu akur, mungkin ini tidak akan terjadi. Jeongmal mianhae yo, Yuki-ah. Aku benar-benar tidak bisa berbohong pada appa.”

“Sudah, oppa, tidak usah merasa bersalah. Ini bukan salahmu. Ini memang salah appa kami yang egois. Lagipula masih ada istilah cerai kan? Jadi tenang sajalah hahaha.” aku berusaha meyakinkan Sungmin oppa yang merasa bersalah.

“EHM EHM.”

“Eh, appa. Sejak kapan appa ada di sini hehehe.”

Pletak! Appa yang tiba-tiba muncul di sampingku menjitakku begitu saja.

“Aw! Appo appa!” appa tidak menggubrisku, ia melenggang meninggalkanku begitu saja.

“Sekali lagi maafkan aku ya.”

“Sudah kubilang ini bukan salahmu, oppa.”

“Tapi tetap saja…oh iya aku hanya ingin memberitaumu sesuatu tentang Kyuhyun.”

“Mwo ya oppa?”

“Karena sekarang kalian sudah menikah dan tinggal bersama, jadi kau harus tau ini. Sebenarnya Kyuhyun itu hatinya sangat baik dan rapuh. Hanya saja ia tidak bisa mengekspresikannya dengan baik. Jadi kuharap kau bisa menggantikanku yang selama ini menjaga dan paling mengerti perasaannya.”

“Hah? Rapuh? Si evil itu? yang benar saja oppa.”

“Ya nanti juga kau akan menyadarinya sendiri.”

“Hah?”

Maksudnya apa ya? Rapuh? Apa itu mungkin? Aku jadi penasaran. Lagi-lagi si evil Kyuhyun itu meninggalkan teka-teki di otakku.

 

@Bedroom

“Sudah lepaskan gaunmu itu. Kau tidak tambah cantik ataupun anggun dengan gaun mewah itu.”

“Aigoo kau ini sepertinya bukan namja ya? Tidak bisa ya sekaliiii saja membuatku senang? Kau kira aku berdiri dari tadi di depan kaca karena aku bangga memakai gaun ini hah? Justru aku sedang meratapi nasibku sebagai yeoja yang sudah menikah. Dengan namja sepertimu lagi.”

“Ya kau tidak sepantasnya berbicra begitu. Banyak yeoja di luar sana yang ingin menjadi istriku. Kau sangat beruntung bisa menjadi istriku. Kau juga sangat beruntung karena pernikahan sembunyi-sembunyi ini berlangsung dengan lancar tanpa sepengetahuan ELF.”

“Cih memang apa untungnya menikah dengan namja berhati batu sepertimu? Lagipula kau menyuruhku membuka gaunku, tapi kau masih saja ada di sini. Mana bisa kalau begitu hah?”

“Kalau mau buka ya buka saja. Kita kan suami istri.”

Swiiiing satu bantal tepat mendarat di wajah  si evil itu.

“DASAR PERVERT!!”

 

*          *          *

 

“Annyeong.”

Bukankah itu temannya Kyuhyun yang waktu itu berkenalan denganku? Kalau tidak salah namanya Seohyun, “Annyeong.” jawabku lesu.

“Kenapa kau lesu sekali? Kantung matamu juga terlihat hitam.”

“Tadi malam aku hanya tidur sebentar. Ini pertama kalinya aku hanya berdua saja dengan seorang namja malam-malam begitu. Aku takut tiba-tiba dia menerobos kamarku. Dia kan punya kunci duplikatnya.” jawabku sambil mendaratkan kepalaku di meja kantin dengan alas kedua tanganku yang disilangkan.

“Mwo?”

“Dan dia berteriak-teriak sepanjang malam. Dia bermain game, eonni! Aigoo tidak sedetik pun aku lihat dia belajar di rumah. Bukannya dia itu orangnya kutu buku ya?”

“Jwesonghamnida, aku tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan.”

“Itu, aku sedang membicarakan si evil.”

“Evil? Kyuhyun?”

“Ne.”

“Me…memangnya…tadi malam kalian bersama-sama ya?”

Ups! Aku keceplosan! Aigoo ini gara-gara aku kurang tidur tadi malam! Aigoo aigoo.

“Ah ani, ani. Jangan pedulikan kata-kataku tadi, Eonni. Tadi aku mengigau ya mengigau hahahaha. Aku permisi dulu, annyeong.”

Aigoo dasar pabo! Kenapa aku malah menceritakan semuanya pada Seohyun eonni. Dia kan tidak tau kalau aku dan Kyuhyun dijodohkan apalagi sampai tinggal serumah! Aigoo pabo pabo pabo!

Duk!

“Ah mianhamnida mianhamnida!” aku berkali-kali membungkukan badan.

“Makanya kalau jalan jangan sambil melamun. Apalagi sambil memukul-mukul kepala seperti itu.”

Eh?

“Su…Sungmin oppa?”

 

*          *          *

 

“Oh jadi tadi kau keceplosan ya? Ya sudah, tidak usah dipikirkan, nanti kau minta maaf saja pada Kyuhyun.” ujar Sungmin oppa sambil menghempaskan tubuhnya di kursi taman kampus.

“Aigoo aku takut oppa. Aku takut dia marah padaku.” timpalku sambil duduk di sebelahnya.

“Tapi mau bagaimana lagi. Seohyun itu orang yang peka dengan rasa ingin tau yang tinggi, jadi pasti dia akan terus penasaran dan kemungkinan besar akan meminta penjelasan pada Kyuhyun.”

“Oh iya Seohyun eonni itu yeoja chingunya si evil ya? Soalnya sepeertinya dia ramah sekali pada eonni. Dia juga tidak mau mengakui perjodohanku dengannya di depan eonni.”

“Bukan. Hanya saja Kyuhyun tidak ingin berita ini tersebar luas. Kau tau kan dia bintang hallyu. Selain itu Seohyun juga teman kecil sekaligus cinta pertamanya Kyuhyun.”

“Mwo?!”

Ternyata Seohyun eonni adalah cinta pertamanya Kyuhun. Sampai-sampai dulu mereka pernah berjanji akan menikah suatu saat nanti. Tapi semenjak eommanya meninggal karena kanker saat ia kelas 2 SD, Kyuhyun berubah. Ia jadi dingin sampai sekarang. Ia bahkan tidak pernah menyinggung masalah janji masa kecilnya itu. Padahal Seohyun eonni kelihatannya masih menyimpan harapan tentang janji masa kecilnya itu. Sampai-sampai ia selalu menolak namja yang mendekatinya hanya karena masih mencintai Kyuhyun. Padahal banyak sekali namja yang mendekatinya. Maklum saja, eonni sangat cantik, kalem, dan pintar. Itu yang dikatakan Sungmin oppa barusan.

“Oh jadi sempat ada kejadian seperti itu ya?”

“Ne. Tapi Kyuhyun tidak pernah cerita masalah perasaannya pada Seohyun padaku. Dia juga tidak pernah cerita tentang seorang yeoja pun. Aku rasa kepergian eommanya yang begitu cepat meninggalkan trauma yang sangat mendalam.”

“Oh kasian juga ya si evil itu. Jadi sikapnya selama ini bukan sikap aslinya?”

“Ne. Dulu dia sangat ceria. Dan bahkan cengeng hehe.”

Sungmin oppa melanjutkan ceritanya. Ternyata semenjak eommanya meninggal, Sungmin oppalah yang paling dekat dengannya. Appanya terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Semenjak eommanya meniggal, Kyuhyun jadi pemurung dan sifat cengengnya menghilang. Dia seperti anak yang autis, tidak peduli dengan lingkugan di sekitarnya. Teman-teman sekelasnya sering menjahilinya dan mengata-ngatai Kyuhyun yang dulunya cengeng dan selalu dibela eommanya. Di saat seperti itu, Sungmin oppalah yang selalu ada di sampingnya dan membelanya. Tapi Kyuhyun tidak merespon apa-apa, dia tetap diam dan tidak mau bicara. Itu tidak membuat Sungmin oppa menjauhi Kyuhyun. Dia malah semakin perhatian pada Kyuhyun dan selalu mengajaknya bicara juga menyemangatinya. Padahal mereka seumur.

Sungmin oppa memang sudah lebih dewasa dari Kyuhyun sejak kecil. Ini karena takdir yang dialaminya. Sejak duduk di bangku TK, Sungmin oppa sudah tidak memiliki orangtua. Orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan saat mereka pergi ke Pulau Jeju. Tapi kecelakaan itu menyisakan Sungmin oppa. Cho ahjussi, appanya Kyuhyun, yang merupakan sahabat baik dari orangtua Sungmin oppa, memutuskan untuk merawat dan membesarkannya seperti anaknya sendiri. Ini karena dulu Cho ahjussi yang yatim piatu dibesarkan oleh orangtua dari appanya Sungmin oppa. Cho ahjussi berniat membalas budi atas kebaikan kakek dan nenek Sungmin oppa. Oleh karena itu Sungmin oppa berbeda marga. Cho ahjussi sebenarnya berniat mengganti marga Sungmin oppa agar benar-benar seperti  keluarga sendiri. Tapi tidak jadi karena keluarga Sungmin oppa menolak.

Awalnya Kyuhyun senang-senang saja dengan keputusan mengadopsi Sungmin oppa ini. Dia yang anank tunggal jadi tidak kesepian lagi. Tapi lama-lama ia cemburu pada Sungmin oppa. Ia merasa perhatian orangtuanya jadi terbagi dan malah lebih banyak tercurah pada Sungmin oppa. Menurut Sungmin oppa itu hanya perasaan Kyuhyun saja, orangtua Kyuhyun sangatlah adil dalam memberi perhatian. Maklum saja yang namanya anak kecil memang seperti itu saat orangtuanya harus berbagi kasih sayang dengan anak lain. Kyuhyun jadi sering marah pada appa dan eommanya. Ini juga yang menjadi alasan Kyuhun berubah. Ia merasa sangat bersalah pada eommanya karena sikapnya itu dan ia belum sempat minta maaf. Tapi Sungmin oppa terus menyemangati dan melindunginya. Hati Kyuhyun lama-lama melunak karena sikap sabar Sungmin oppa. Sejak saat itu hanya Sungmin oppalah yang menjadi orang terdekat Kyuhyun sekaligus orang yang bisa meredam amarahnya dan perkataannya selalu dituruti Kyuhyun.

“Hiks…hiks…”

“Wae yo? Kau sedih mendengar cerita tentang Kyuhyun?”

“Ne. Aku memang gampang tersentuh oppa hiks.”

“Kau benar-benar yeoja yang lembut. Sudah, berhentilah menangis.” Sungmin oppa mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan menghapus air mataku.

 

*          *          *

 

Eh pintunya tidak dikunci. Ternyata si evil eh Kyuhyun sudah pulang.

“Aku pulang.”

Tidak ada jawaban. Saat kulihat ke ruang tamu ternyata dia sedang bermain game lagi.

“Haaaa…” awalnya aku berniat berteriak seperti biasa. Tapi ingat cerita Sungmin oppa tadi, aku mengurungkan niatku, “Kyuhyun-ah, kenapa kau bermain game terus? Bukannya kau kutu buku ya?”

“Itu anggapan orang-orang yang belum mengenalku saja.” jawabnya dengan tatapan fokus ke arah game, “Sebenarnya aku tidak pernah belajar di rumah. Oleh karena itu aku sangat fokus di kampus agar tidak usah belajar lagi di rumah. Kalau di rumah ya pekerjaannku hanya main game.”

Oh begitu. Dia memang manusia yang penuh teka-teki.

“ARRRRRRGGGGH!!! GARA-GARA KAU, AKU JADI GAME OVER!!!”

“Ya! Kenapa jadi gara-gara aku!” ups! Ah makhluk ini, aku sedang niat bicara baik-baik padanya, dia malah memancingku untuk bertengkar.

“Tadi kau mengajakku ngobrol, jadi konsentrasiku berkurang!”

“Suruh siapa kau menjawabnya hah!”

“Tidak menjawab pertanyaan seseorang itu perilaku tidak sopan. Oh iya ngomong-ngomong tadi kau keceplosan ya pada Seohyun?”

Deg!

“Mm…mm…ano (itu…)aku…iya. Mianhae yo.” aku hanya bisa tertunduk. Aku takut Kyuhyun marah padaku.

“Ya sudah tidak apa-apa. Sebenarnya aku juga ingin memberitaukan ini pada Seohyun. Aku tidak ingin berbohong terus padanya. Tapi aku tidak sanggup.”

Deg! Ada apa ini? Kenapa dadaku jadi terasa sesak saat mendengar pengakuan tulus darinya barusan?

“Kenapa kau memegangi dada seperti itu? Eh besok aku tidak akan ada di rumah sampai malam. Besok aku harus latihan dari pagi dan malamnya konser.”

“Terserah, aku tidak peduli. Beri tau Seohyun eonni saja sana!”

Aigoo apa yang kukatakan barusan? Kenapa aku jadi emosi begini? Kenapa tiba-tiba aku jadi aneh!!!

 

Keesokan harinya…

“Sudah terang rupanya.” aku mengambil jam weker di meja samping tempat tidurku, “Aigoo sudah jam 12 siang rupanya! Aish ini gara-gara si evil itu. Tadi malam dia teriak-teriak histeris lagi aish.”

Ngomong-ngomong si evil, aku jadi ingat kata-kata dan ekspresinya semalam saat membahas Seohyun eonni. Dia terlihat begitu khawatir dengan perasaan Seohyun eonni. Memang Seohyun eonni itu siapanya? Sungmin oppa bilang kan mereka cuma teman. Atau jangan-jangan si evil itu masih menyimpan rasa pada Seohyun eonni sampai-sampai dia jadi dingin pada semua yeoja? Ish dasar namja childish, masih saja ingat dengan janji masa kecil. Sok melankolis sekali!

“Eh kenapa aku jadi emosi lagi tiap ingat mereka berdua? Memang aku siapanya mereka? Memang sih aku istrinya Kyuhyun, tapi itu kan cuma status. Aigoo aku ini kenapa? Ssh daripada memikirkan hal tidak penting begini lebih baik aku mandi dan makan dulu ah.”

Aku bergegas mengambil kimono mandiku dan menuju kamar mandi. Selesai mandi, aku turun ke bawah untuk membuat sarapan.

“Selamat makan!”

Siiiing hening sekali suasana di rumah ini. Si evil itu ternyata sudah berangkat. Biasanya tiap makan, pasti suasana di rumah ini ramai oleh teriakanku dan Kyuhyun yang tidak mau kalah satu sama lain. Selalu saja ada bahan pertengkaran setiap harinya. Dia, si mr sok sempurna itu selalu saja punya bahan untuk mengkritikku. Aku sampai heran kenapa dia jadi penyanyi dan masuk jurusan kedokteran. Harusnya dia jadi komentator dan masuk jurusan hukum  atau sosial politik agar bisa berdebat kapanpun dia mau.

“Aigoo kenapa aku jadi kepikiran dia lagi? Aish menyebalkan.”

Saat kupalingkan pandangan, tidak sengaja pandanganku mengarah ke kamar tamu yang malah beralih fungsi jadi kamarnya Kyuhyun karena kami tidak mau disekamarkan. Entah apa yang menuntunku ke sana. Tiba-tiba kakiku tergerak ke lantai dua dan tanganku membuka knop pintu kamar yang terletak tidak jauh dari kamarku itu.

“Tidak dikunci. Ceroboh sekali.”

Saat aku masuk ke dalam, kulihat sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dan sangat rapi juga bersih. Dan saking bersihnya, sama sekali tidak ada hiasan di kamar ini.

“Katanya dia musisi, tapi tidak ada romantis-romantisnya. Minimal ada poster Sujunya kek.”

Kutelusuri barangnya satu persatu. Memang tidak sopan masuk ke kamar orang tanpa izin pemiliknya apalagi sampai menguntit barang-barangnya begini. Tapi dia kan suamiku kekekeke mencari pembenaran sendiri itu memang menyenangkan.

“Diary?” kuambil buku bersampul biru muda itu. Kubuka halamannya satu  persatu. Kulihat tulisan tangan yang kemungkinan besar adalah tulisan tangan si evil itu, “Jelek sekali tulisannya kekeke.”

Di sana tertulis tulisan singkat, tidak sampai satu halaman.

 

To nae sarang eomma

Eomma, hari ini adalah hari pernikahanku. Aku sebenarnya tidak menginginkan semua ini. Tapi seperti yang eomma tau kan, aku paling tidak suka berdebat dengan appa. Cukup aku merasa bersalah pada eomma dulu. Aku tidak ingin mengecewakan appa. Jadi selama tidak merugikanku, aku tidak akan menolak keinginan appa.

Eomma, hanya dalam hitungan satu bulan lagi, akan tiba hari itu. Hari peringatan kematian eomma. Aku harap di hari itu tidak ada halangan apa-apa. Kuharap aku bisa mendoakan eomma sehari penuh di hari itu.

 

Kurasakan mataku mulai panas. Aku yakin sekarang mataku sudah berkaca-kaca. Ah repot sekali punya sifat mudah tersentuh seperti ini. Kubuka lembaran berikutnya. Tidak ada tulisan. Kubuka lagi. Kosong juga. Begitu seterusnya hingga lembar terakhir.

“Aish dasar evil. Menulis diary cuma selembar.” kuletakkan kembali diary itu kembali di tempatnya dengan posisi persis seperti semula agar tidak ketauan, “Eh foto siapa ini?”

Tiba-tiba fokusku berganti pada sebuah foto dua anak kecil yang terpajang di meja belajarnya. Dua anak kecil itu memakai seragam TK.

“Kyu…hyun.” kubaca nama di seragam TK itu dengan susah payah karena tulisannya terlihat begitu kecil, “Oh jadi si evil itu. Hahahahaha wajahnya dulu polos sekali! Tapi lucu. Lalu siapa yeoja di sebelahnya ini? Seo…Seohyun? Ini…Seohyun eonni? Wah ternyata dulu dia gemuk, beda sekali dengan sekarang.”

Ternyata mereka sudah berteman sejak TK. Sungmin oppa bilang mereka pernah berjanji akan menikah di masa kecilnya. Dan si evil masih memajang foto ini di meja belajarnya. Mungkinkah ia masih mengharapkan Seohyun eonni? Apa aku sudah menghancurkan harapan mereka? Aish dadaku terasa sesak lagi.

“Lebih baik aku mengerjakan tugas saja.”

 

*          *          *

 

“Aaaaah tugasnya banyak sekali! Dari tadi sore tidak selesai-selesai.”

Kulirik jam dinding yang terpasang tepat di atas meja belajarku. Jarum panjangnya mengarah ke angka 6 dan jarum pendeknya hampir sampai di angka 12. Sudah hampir ganti hari rupanya. Waktu begitu cepat berlalu kalau menyibukkan diri seperti ini. Tapi rasanya ada yang kurang. Malam ini terasa begitu sepi. Aku hanya ditemani suara serangga di musim panas. Biasanya malam-malam begini sebelum tidur, aku selalu di ‘ninabobo’kan oleh teriakan si evil. Sampai-sampai aku sulit sekali tidur walaupun sudah memakai headphone.

“Lebih baik mendengarkan lagu saja.”

Kubuka aplikasi pemutar musik di laptopku. Klik playlist, klik No Other, lagu Suju favoritku. Kukencangkan volume hingga mencapai maksimal. Lagu ini terasa begitu manis di telingaku. Aku jadi teringat video klipnya. Di situ si evilnya masih terlihat begitu polos. Dan full smile. Sungguh ekspresi yang sangat sulit kulihat di kehidupan sehari-hari.

“Aish lagi-lagi evil, lagi-lagi evil. Kenapa dari kemarin kepalaku penuh oleh si makhluk menyebalkan itu? Ah sebaiknya kuganti saja lagunya. Lagipula barusan juga sudah tiga kali kuputar.”

Saat aku hendak menyentuh touchpad laptopku, tiba-tiba pessss.

“KYAAAAA MATI LAMPUUUUUU!!”

 

Author POV

“KYAAAAA MATI LAMPUUUUUU!!”

Laptop Yuki mati seketika. Yuki memang terbiasa menggunakan laptop tanpa baterai. Suasana yang tadi ramai oleh lagu, mendadak hening.

Treng teng teng teng.’ Terdengar suara piano klasik dari lantai bawah.

“Itu…bukankah itu suara piano? Tapi…siapa yang memainkan piano? Bukankah si evil belum pulang? Eomma…aku takut…”

Mata Yuki mulai berkaca-kaca di tengah kegelapan. Ia sangat takut gelap. Ia mencoba menelepon eomma dan appanya. Tidak ada jawaban. Mencoba menelepon rumah. Sama saja. Mungkin orang-orang rumah Yuki sudah tidur. Ia mulai menangis. Kini ia mencoba menelepon Kyuhyun. Tidak diangakat juga.

“Ya Tuhan…aku harus minta tolong pada siapa? Ah Sungmin oppa, ya Sungmin oppa!”

Tut…tut…Sungmin oppa pun tidak menjawab.

“Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan? EOMMAAAAAA!!!” Yuki berteriak sejadi-jadinya.

Siiiiing suasana kembali hening setelah Yuki selesai berteriak. Kali ini benar-benar hening. Suara piano tadi mendadak hilang.

“Berhenti. Suara pianonya…berhenti…”

Tep tep tep, kini suara piano berganti menjadi suara langkah kaki.

“La…langkah kaki…”

Dan suara langkah kaki itu menuju lantai dua, semakin dekat, semakin dekat, membuat Yuki semakin gemetar.

Perlahan pintu kamar Yuki terbuka dan…

“KYAAAAAA!!!”

“Ya! Song Rae Soo! Ini aku, Kyuhyun!”

Yuki membuka matanya dan menengadah. Dilihatnya seorang namja sedang berdiri di ambang pintu diiringi cahaya senter yang dipegangnya. Melihat namja yang tidak asing itu, ia berlari dan memeluknya.

“Oppa…aku takut…aku takut…”

Kyuhyun sangat kaget dengan sikap Yuki.

“Sudahlah tidak usah takut. Tidak ada yang perlu ditakutkan di sini.” Kyuhyun melepas pelukan Yuki, “Ayo turun. Aku tidak mau berduaan di kamar dengan yeoja cengeng dan menyebalkan sepertimu.” Kyuhyun menarik tangan Yuki.

Deg! Tiba-tiba jantung Yuki berdetak tiga kali lebih cepat dari biasanya.

“Kau mau lagu apa?” tanya Kyuhyun begitu duduk di kursi depan piano.

“Ja…jadi…tadi kau yang main piano?”

“Pabo. Tentu saja iya. Kau pikir tadi ada hantu yang main piano hah?”

“Aku kira kau belum pulang. Lagipula saat aku meneleponmu, aku tidak mengangkat.”

“Oh jadi tadi kau meneleponku? Ponselku masih ada di tas. Begitu sampai, aku langsung main piano. Memang kau tidak sadar ada yang masuk ke rumah ya? Dasar pabo. Bagaimana kalau pencuri yang masuk?”

“Tadi aku memutar lagu di laptop dengan volume maksimal. Jadi tentu saja tidak kedengaran.”

“Sudah, hentikan wajah memelasmu itu. Itu lebih menyebalkan daripada muka sehari-harimu. Kau mau lagu apa?”

‘Maksudnya…dia ingin menghiburku ya? Dasar aneh, mana ada orang menghibur dengan cara seperti itu.’ pikir Yuki.

“Aku mau lagu First Lovenya Utada Hikaru saja.”

“Memangnya kau pernah jatuh cinta ya? Syukurlah ternyata kau normal juga.”

“Mwo? Jadi kau pikir aku ini tidak normal hah? Pabo!” Yuki menjitak kepala Kyuhyun.

“Aw! Sakit!”

“Sudah, jangan banyak bicara. Lagipula ini bukan lagu kenangan cinta-cintaan. Aku hanya menyukai melodinya saja.”

Kyuhyun mulai memainkan jari-jarinya dengan lembut di atas piano. Dentingan piano di tengah kegelapan memecah keheningan malam itu. Suasana mencekam di tengah kegelapan itu berubah menjadi suasana yang romantis dengan suara merdu Kyhuhyun. Yuki tercengang mendengarnya. Ini pertama kalinya ia mendengar Kyuhyun bernyanyi secara langsung di hadapannya. Terlebih sambil memainkan piano. Jantung Yuki kembali berdetak tak beraturan. Ia meletakkan tangannya di dada. Merasakan detak jantungnya yang semakin lama semakin kencang.

“Eotte? Bagus tidak?” tanya Kyuhyun begitu selesai menyanyikan lagunya, “Hei kenapa kau memegang dada seperti itu? Kau sakit?”

“Ah ani ani, aku hanya sedang menghayati lagu saja, ya menghayati lagu hahahaha.”

“Dasar orang aneh.”

Kriiiing kriiiiing telepon rumah mereka berdering.

“Biar aku saja yang angkat.” ujar Kyuhyun sambil berdiri hendak menuju telepon.

“Ani, biar aku saja. Mungkin itu eomma dan appaku.”

Saat Kyuhyun hendak berbalik kembali, kaki Yuki tersandung kakinya Kyuhyun dan…

Bruk!

Tidak sampai satu detik kemudian, listrik kembali normal. Semuanya kembali terang. Yuki sangat kaget begitu mendapati wajah Kyuhyun tepat berada di hadapannya dengan terpaut jarak hanya 5cm. Sontak wajahnya langsung memerah. Tanpa berkata apa-apa, Yuki langsung berdiri dan berlari menaiki lantai dua hingga ke kamarnya.

“Kenapa dia?” Kyuhyun si ice prince keheranan dengan sikap Yuki.

Bam! Terdengar suara pintu dibanting keras. Yuki bersandar di balik pintu kamarnya dengan nafas terengah-engah.

“Hah..hah…hah…Ya Tuhan, apa yang terjadi barusan!”

Sementara itu di lantai bawah Kyuhyun meneruskan langkahnya menuju telepon.

“Yeobeoseyo.”

“Yeobeoseyo Kyuhyun-ah. Ini aku, Sungmin.” jawab suara di seberang sana, “Kenapa kalian berdua tidak menjawab teleponku? Kalian baik-baik saja kan? Tadi ada panggilan tak terjawab di ponselku dari Yuki.”

“Oh, Sungmin-ah. Kami baik-baik saja.”

“Syukurlah. Oh iya aku juga mau bilang kalau aku sudah sampai di Hongkong. Makanya tadi aku pualng duluan.”

“Mwo? Kau pasti bercanda. Jadwal syutingmu kan minggu depan.”

“Aku serius. Ada sedikit perubahan jadwal.”

“Aish lagi-lagi manajemen kita merubah jadwal seenaknya. Lalu kenapa kau tidak bilang padaku tadi setelah selesai konser hah!”

“Aku sudah kira kau akan bereaksi seperti ini. Aku tidak mau kau berdebat lagi dengan manajemen. Sudahlah Kyuhyun-ah. Lagipula ini keinginanku sendiri. Jeongmal.”

“Kau selalu saja seperti itu. Selalu pasrah. Sudahlah terserahmu.”

“Haha jangan marah nae dongsaeng. Aku akan segera kembali. Satu bulan itu bukan waktu yang lama. Aku titipkan kau pada Yuki.”

“Mwo? Yang benar saja. Kau menitipkanku pada yeoja childish itu? Oh come on.”

“Haha sebenarnya ia seorang yeoja yang baik, Kyuhyun-ah. Aku percaya padanya. Aku juga titip Yuki ya. Kuharap kalian bisa segera akur dan saling mencintai. Annyeong.”

“Mencintai? Mworago!”

Tut tut tut sambungan teleponnya terputus.

“Sungmin? Ya! Lee Sungmin! Aish pabo.”

Kyuhyun mendengus kesal dan menuju kamarnya. Sedangkan di tempat lain, di sebuah hotel mewah di Hongkong, terlihat Sungmin menghempaskan tubuhnya ke sofa dan menghela nafas. Wajahnya terlihat muram. Kemudian ia memalingkan wajahnya ke jendela apartemen dan memandang pemandangan sekitar dengan tatapan kosong. Sesaat ia tersenyum dengan sebuah kepahitan tersembunyi di balik senyumnya.

 

 

TBC…

2 thoughts on “MARRIED? Shireoooo!! – part 2 (Super Junior Kyuhyun version)

  1. nabila says:

    part 3 nya mana min?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s